
MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Daya Kota Makassar kembali menggelar aksi edukasi interaktif bertajuk BIKANGDOANG (Bincang Kesehatan Dengan Orang Tersayang). Kegiatan yang dilaksanakan langsung di area ruang tunggu poliklinik ini menyasar para pasien dan pengunjung yang sedang menunggu antrean layanan medis.
Mengusung tema utama “Setetes Darah, Sejuta Harapan”, edukasi kali ini dipandu secara mendalam oleh dr. Rini Rahman, Sp.P.K., yang merupakan Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD Daya Kota Makassar. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran publik serta memvalidasi kesiapan masyarakat dalam mendonorkan darah secara aman dan tepat.
Alur dan Syarat Mutlak Menjadi Pendonor
Dalam pemaparannya, dr. Rini menerangkan alur seleksi yang wajib dilalui oleh calon pendonor, mulai dari pengisian formulir, pemeriksaan fisik dasar, hingga skrining laboratorium mini. Beberapa kriteria seleksi umum yang dipaparkan di antaranya:
Usia: Berada pada rentang 17 hingga 60 tahun.
Berat Badan: Minimal memenuhi batas 45 kg hingga 50 kg agar volume pengambilan darah proporsional.
Tekanan Darah: Berada pada kondisi normal (Sistole: 90–160 mmHg, Diastole: 60–100 mmHg).
Kadar Hemoglobin (Hb): Menunjukkan angka 12,5 hingga 17 g/dL.
”Donor darah bukan sekadar aksi kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa orang lain, melainkan sebuah instrumen kesehatan yang memiliki dampak timbal balik yang luar biasa bagi tubuh si pendonor sendiri,” jelas dr. Rini di hadapan para pengunjung.
Edukasi Mengenai Kondisi Penolakan (Kontraindikasi)
Tidak kalah penting, sesi BIKANGDOANG kali ini secara spesifik mengulas kondisi medis apa saja yang membuat seseorang ditolak menjadi pendonor, baik secara sementara (temporer) maupun permanen. Hal ini meliputi riwayat penyakit infeksi menular (seperti HIV/AIDS, Hepatitis, Sifilis, dan Tuberkulosis), konsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik, ketergantungan alkohol, serta jangka waktu setelah menerima vaksinasi tertentu.
Penjelasan ini dinilai sangat krusial agar masyarakat memahami bahwa darah yang disalurkan melalui Unit Transfusi Darah (UTD) nantinya benar-benar aman, steril, dan bebas dari risiko penyakit menular (IMLTD).
Komitmen Pelayanan MULIA
Melalui program BIKANGDOANG ini, manajemen RSUD Daya Kota Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang edukasi yang inklusif di lingkungan rumah sakit. Diharapkan kegiatan ini mampu memotivasi warga Kota Makassar agar menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama pengunjung poliklinik dan foto bersama jajaran manajemen serta staf RSUD Daya Kota Makassar yang bertugas, mencerminkan semangat pelayanan yang MULIA (Mutu, Utama, Lancar, Inovatif, Akuntabel).